Advertisement
Monday, 30 Nov 2020

Sekjen IFTA Menutup Forum 27 JAF, Dengan Presentasikan Visi Misi IFTA

JAF atau Jatiwangi Art Factory memiliki Acara yang setiap bulan diselenggarakan setaip tanggal 27. Untuk itu acara tersebut dinamakan Forum 27. Forum 27 ini merupakan acara Diskusi tentang berbagai hal baik Sosial, Budaya, dan Seni. Pembahasan tersebut selalui dihadiri oleh berbagai macam orang dan Komunitas. Yang menarik dari acara ini dihadiri juga oleh para ASN sebagai pemangku kebijakan Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten dan Propinsi atau Kementrian RI.

Kali ini acara Forum 27 ini Bertemakan Komunitas, siapa kita, dan saling mengenal apa peranan dan bagaimana kegiatan Komunitas masing masing. Tema : Mengamati tubuh dan jiwa komunitas. Menurut informasi dari Pemerintah Daerah, sebenarnya telah didata sekitar 400 Komunitas yang ada di Majalengka. Pada acara ke 13 forum 27an dari dalam kesempatan bulan Oktober 2020 ini, forum mencoba diarahkan kembali pada perbincangan mengenai diri sendiri. Forum mengajak untuk membicarakan tentang kita, tentang komunitas itu sendiri. Jadi dalam forum ini mari bawa pembicaraan paling tidak dengan tiga awalan yakni sejarah proses dan kegiatan juga arah kemungkinan pengembangan.

Dalam forum ini kami mengundang seluruh komunitas yang aktif di kabupaten majalengka dan masing masing mendapatkan 10 sd 15 menit untuk memaparkan komunitasnya masing masing. selepas itu barangkaki bisa saling bertanya satu sama lainnya.

Dan dengan banyaknya komunitas yang kami undang forum kali ini di mulai jam 2 siang sampai 8 Malam. Berikut data yang telah hadir pada acar tersebut sesuai dengan undangan seperti komunitas  Jatiwangi art factory, Hujan keruh, Kirik nguyuh, Konser kampung, Satali, Sekar laras, Pemuda Tani Iser, Imah Kaputren, Forum Film Majalengka, KPM Pinangraja, Aksara Sukma, Indie Positif, Maja Baca, Bale Baca Hati, Custom Republik, Infomjlk, Besok senin, Jamaah Kafeiniyah KOPI APIK, Explore Majalengka, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), TMP (Taruna Merah Putih), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), Greeneration, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Forum Pengusaha Muda Majalengka, Budak Jadul, Majalengka Kota Angin, Mojang Jajaka Majalengka, SAPMA PP, KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), Pemuda Pancasila, Komunitas Pecinta Musik Majalengka (KPM), Saung Eurih, Coworking Project, IFTA ( Indonesian Fighter Tourism Assostiation).

Sekjen IFTA, bersama Bapak Ginggi Pimpinan JAF kawan-kawan Pemerintah Kabupaten Majalengka

Menurut Sekjen IFTA, Andri Hermawan, A.MI., MT.,PhD ( Cand.) menjelaskan bahwa seluruh Komunitas yang telah mempresentasi satu persatu sebelumnya merupakan aset yang sangat luar biasa untuk meningkatkan Atraksi sebagai destinasi wisata, dan begitu pula image bagi Kabupaten Majalengka. Jika dalam porsi perusahaan, ada beberapa Komunitas tersebut merupakan upaya Marketing maka IFTA sebagai Organisasi Tourism adalah upaya Salesmanship. Jadi Kegiatan IFTA mencoba untuk Me-monitize (menghasilkan uang) kegiatan pariwisata di Majalengka. Caranya melalui mengajak para wisatawan untuk datang ke Majalengka, jelas Sekjen IFTA tersebut. Dengan kedatangan Wisatawan tersebut otomatis akan membawa uang untuk dibelanjakan di Majalengka. Ini yang nantinya akan memutarkan roda ekonomi suatu wilayah, dalam kasus saat ini adalah perekonomian Kab. Majalengka.

IFTA, organisasi yang di gagas oleh Hendra Perdana ini merupakan suatu Organisasi yang memiliki tujuan untuk meningkatkan Destinasi baru yang awalnya belum populer menjadi populer dan menjadi tujuan destinasi wisata baru untuk masa depan. Caranya melalui pembentukan Rantai Supply Pariwisata di beberapa daerah.

Rencananya akan dibuatkan Konsep Terminal Wisata dari Jakarta sampai jalur Jawa Bali dan Lombok. Backbound Rantai Pasok / Supply ini adalah Jalan Tol Jawa Bali dan Lombok. mellaui sistem aplikasi Gerbang Digital Pariwisata ini semua Informasi Pustaka Pariwisata akan terkoneksikan secara online sesuai konsep IOT ( Internet of Think ) yang telah dikenal pada saat ini. Semoga IFTA sebagai organisasi pariwisata dapat berhasil mewujudkan Visi dan Misinya pada Masa yang akan datang. Go IFTA. ( Ahers ).