IFTA SEBAGAI REVIEWER SILABUS PELATIHAN KERJASAMA UNIVERSITAS LAMPUNG DENGAN KEMENTRIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

Pada 15 Agustus 2022, Universitas Lampung mengadakan review offline terkait pembahasan
silabus pelatihan serta implementasi kurikulum merdeka belajar kampus merdeka. Pelatihan
tersebut merupakan kerjasama dengan program Tallent Scouting Academy dari Kementerian
Komunikasi dan Informatika guna peningkatan kompetensi dan pemberian kesempatan
sertifikasi global bagi mahasiswa tingkat akhir yang terseleksi. Review dilakukan pada pukul
13.00-16.00 WIB di hotel Aviary, Bintaro Tangerang Selatan. Pelatihan yang akan dilakukan
oleh mahasiswa terpilih Program Tallent Scouting Academy bertemakan “Globalizing Lampung
Tourism Through Digitalization” dengan harapan mahasiswa Universitas Lampung mampu
mengembangkan sektor pariwisata melalui strategi Digitalisasi.

Dalam agenda review silabus tersebut dihadiri bapak Dr. Hedy M. Idris, M.Sc selaku Kepala
Pusbang Profesi dan Sertifikasi Kemkominfo. Beliau membuka proses review dengan
memberikan beberapa point terkait keinginan Kemkominfo bekerjasama dengan UNILA. Salah
satu harapan yang disampaikan adalah bahwa mahasiswa UNILA yang terpilih dalam program
Tallent Scouting Academy harus mampu menggambarkan Lampung melalui keahlian khusus
dalam bidang digital, terlebih bagaimana UNILA mampu menjadikan pelatihan tersebut sebagai salah satu upaya memperoleh sertifikasi yang tentunya dapat dikonversikan kedalam SKS mata kuliah yang ditempuh mahasiswa.

Selanjutnya. pihak UNILA yang diwakili oleh ibu Winda Septiani, Bapak Suprihatin Ali, dan
Bapak Feri Firdaus memberikan pemaparan terkait silabus yang telat dibuat untuk pelatihan.
Silabus tersebut berisi Modul dan Outcame yang selanjutnya akan diulas dan direview oleh 2
reviewer dengan latar belakang yang berbeda. Dalam hal ini reviewer pertama adalah Aulina
Umazah, S.Pd dari ranah industri sekaligus praktisi yang merupakan perwakilan dari Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA). Adapun reviewer kedua dari ranah akademisi diwakili oleh bapak Sabiqul Iman, S.AB., M.Si yang merupakan Dosen Bisnis Digital IIB Darmajaya.

Berikut point review yang disampaikan oleh perwakilan IFTA terkait silabus pelatihan :

  1. Sertifikasi kompetensi dan pemagangan dimasukan kedalam silabus pembelajaran
  2. Materi dan Silabus terlalu kompleks, beberapa topik dapat dirangkum menjadi 1 topik agar tidak menghabiskan waktu dengan mempelajari materi yang hamper sama
  3. Sebelum mahasiswa diajarkan untuk melakukan identifikasi dan analisis, sebaiknya
    mereka melakukan survey dan pendataan dulu terkait potensi pariwisata yang ada
    dilampung, karena belum tentu semua mahasiswa yang terpilih dalam pelatihan mempunyai latar belakang pariwisata dan memahami target market
  4. Mahasiswa diharapkan juga mampu mencari pelaku Digital Marketing didesa/ daerah
    yang dituju (Desa Wisata) agar mampu berkolaborasi sekaligus memberikan dampak usai pelatihan selesai
  5. Diperlukan indikator capaian dari masing-masing modul yang diberikan agar Nampak
    rencana kongkret yang dilakukan mahasiswa
  6. Perlu adanya upaya pencarian referensi lebih luas terkait pembuatan konten, website, dan aplikasi agar mahasiswa siap mempelajari hal baru diluar keilmuan yang dipelajari dalam kampus terlebih terkait digitalisasi.

Berdasarkan point review tersebut serta penilaian kedua reviewer. Maka Subpokja Talent
Scouting Academy memutuskan kurikulum pelatihan “Globalizing Lampung Tourism Through
Digitalization” dapat diimplementasikan kedalam pelatihan.

Category
Tags

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *